Showing posts with label seni tradisional. Show all posts
Showing posts with label seni tradisional. Show all posts

Tuesday, March 25, 2014

Seni Tradisional Ibu dari Seni Kekinian

Sekalipun seni kontemporer ataupun postmodernisme dan modernism merupakan seni-seni baru yang lahir di era globalisasi, sederet kekinian yang mewarnai sepak terjang seni tidak bisa lepas dari seni tradisional, bisa dikatakan mereka lahir dari rahim seni terdahulu yaitu seni tradisional. Seni tradisional juga merupakan sumber dari paham yang ada. Jika ditinjau memang gesekan gravitasinya berbeda dengan seni kekinian, seni kekinian atau kontemporer nama seniman disertakan pada karyanya, seni dipresepsi sebagai semiotika.

Detail seni kontemporer karya seniman-seniman populer bisa kita lihat di Edwin’s Gallery, penggebrak lahirnya Indonesia contemporary art gallery dan kinetict art yang meyuguhkan berbagai macam karya seni kekinian. Seni kekinian atau seni kontemporer memiliki prespektif realita seluruh aspek kehidupan, terutama aspek sosial-politik cenderung lebih banyak diangkat pada seni-seni kontemporer, semiotika menjadi senjata penyuara atas ketidaksetaraan yang terjadi tentunya mewakili banyak pihak yang memiliki presepsi tersebut terutama rakyat. Bisa dikatakan bahwa pembedanya hanya pada sistem dan pemaknaannya, terlepas dari hal itu seni kontemporer atau seni kekinian lainnya tetap tidak bisa lepas dari peran seni tradisional.

Seni tradisional merupakan ibu dari seni-seni baru yang saat ini lahir, dasar dari penerapannya merupakan warisan dari seni tradisional, jadi sekalipun seni-seni baru melahirkan seni-seni lainnya hakikatnya mereka tetap tidak bisa terlepas dari seni tradisonal yang juga harus lebih dihargai perannya yang masih diminati banyak orang.

Monday, May 20, 2013

Seni Kinetik Gawangi Sepak Terjang Keberadaan Seni

Bentuk Seni Kinetik

Seni Kinetik Gawangi Sepak Terjang Keberadaan Seni. Berbicara tentang seni, pasang surutnya keberadaan seni merupakan fenomena yang sangat menarik. Diawali dengan seni tradisional hingga seni kontemporer, dan saat ini seni kinetik menggawangi sepak terjang keberadaan seni. Di Indonesia seni kinetik sebenarnya telah lama ada, namun pemaknaannya lebih populer dengan sebutan seni instalansi. Minimnya pembahasan seni kinetik secara spesifik, perlu dimaksimalisasikan, dikarenakan seni kinetik merupakan gabungan dari pesatnya perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan.


Pada dasarnya seni kinetik merupakan seni estetika yang memang seharusnya dipahami oleh masyarakat bahwa seni kinetik merupakan fenomena kolaborasi teknologi dan ilmu pengetahuan. Sekalipun seni kinetik merupakan kategori dari seni instalansi. Edwin’s Indonesia contemporary art gallery menyuguhkan seni kontemporer yang tidak hanya dikemas dalam bentuk seni rupa, melainkan seni rupa yang lebih merujuk kepada seni kinetik. Ini merupakan gebrakan demi mempopulerkan keberadaan seni kinetik di Indonesia.


Realisasi seni kinetik sebenarnya telah lama dirasakan masyarakat, namun pemahaman secara spesifik tentang seni kinetik kurang populer bahkan kurang dipahami oleh masyarakat, dikarenakan masyarakat lebih memfokuskan seni instalansi sebagai seni gerak, padahal sejarah dari seni kinetik bisa dilihat kaitannnya dengan sejarah seni rupa.

Thursday, April 11, 2013

Seni Kontemporer Antimodernisme


Seni Kontemporer Antimodernisme. Seni kontemporer yang hakikatnya lahir dari seni tradisional, saat ini mulai dikenal masyarakat luas. Maknanya hampir serupa dengan postmodernisme dalam asitektur, seni kontemporer mulai membentuk seni-seni baru salah satunya seni kinetik yang masih belum populer di masyarakat. Namun, para insan seni sedang gencar-gencarnya mengenalkan kepada masyarakat tentang seni kontemporer dan bentukannya, salah satunya Edwin’s Indonesia contemporary art gallery yang menyajikan seni kontemporer dan bentukannya seni kinetik.
Seni kontemporer merupakan seni yang antimodernisme, perannya sebagai seni kekinian merupakan penolakan terhadap seni rupa modern. Modernisme  memegang teguh kebenaran dan kreativitas. Berbeda dengan seni rupa kontemporer yang dekat kepada masyarakat menyentuh ruang-ruang realita penyuaraan masyarakat atas ketidaksetaraan yang terjadi di kehidupan. Keradikalan dalam penyuaraan yang disampaikan oleh seni lahir dari latar belakang seni tidak bisa lepas dari ruang-ruang ideologi politik, menjadi alat kepentingan ideologi politik, yang pada akhirnya menghakikatkan diri bahwa seni mampu memberikan gambaran realitas kehidupan yang mewakili suara-suara penolakan ketidaksetaraan.
Makadari itu, tak heran seni kontemporer lebih dikenal masyarakat karena perannya yang mampu merefleksikan masa dan prespektif kehidupan yang bertujuan meciptakan perubahan sosial. Jika diibaratkan, seni kontemporer merupakan nafas baru yang mampu memberikan dinamika kesesuaian zaman.