Thursday, April 11, 2013

Seni Kontemporer Antimodernisme


Seni Kontemporer AntimodernismeSeni kontemporer yang hakikatnya lahir dari seni tradisional, saat ini mulai dikenal masyarakat luas. Maknanya hampir serupa dengan postmodernisme dalam asitektur, seni kontemporer mulai membentuk seni-seni baru salah satunya seni kinetik yang masih belum populer di masyarakat. Namun, para insan seni sedang gencar-gencarnya mengenalkan kepada masyarakat tentang seni kontemporer dan bentukannya, salah satunya Edwin’s Indonesia contemporary art gallery yang menyajikan seni kontemporer dan bentukannya seni kinetik.
Seni kontemporer merupakan seni yang antimodernisme, perannya sebagai seni kekinian merupakan penolakan terhadap seni rupa modern. Modernisme  memegang teguh kebenaran dan kreativitas. Berbeda dengan seni rupa kontemporer yang dekat kepada masyarakat menyentuh ruang-ruang realita penyuaraan masyarakat atas ketidaksetaraan yang terjadi di kehidupan. Keradikalan dalam penyuaraan yang disampaikan oleh seni lahir dari latar belakang seni tidak bisa lepas dari ruang-ruang ideologi politik, menjadi alat kepentingan ideologi politik, yang pada akhirnya menghakikatkan diri bahwa seni mampu memberikan gambaran realitas kehidupan yang mewakili suara-suara penolakan ketidaksetaraan.
Makadari itu, tak heran seni kontemporer lebih dikenal masyarakat karena perannya yang mampu merefleksikan masa dan prespektif kehidupan yang bertujuan meciptakan perubahan sosial. Jika diibaratkan, seni kontemporer merupakan nafas baru yang mampu memberikan dinamika kesesuaian zaman.

No comments:

Post a Comment