Seni kontemporer merupakan seni yang antimodernisme, perannya sebagai seni
kekinian merupakan penolakan terhadap seni rupa modern. Modernisme memegang teguh kebenaran dan kreativitas. Berbeda dengan seni rupa
kontemporer yang dekat kepada masyarakat menyentuh ruang-ruang realita
penyuaraan masyarakat atas ketidaksetaraan yang terjadi di kehidupan.
Keradikalan dalam penyuaraan yang disampaikan oleh seni lahir dari latar
belakang seni tidak bisa lepas dari ruang-ruang ideologi politik,
menjadi alat kepentingan ideologi politik, yang pada akhirnya
menghakikatkan diri bahwa seni mampu memberikan gambaran realitas
kehidupan yang mewakili suara-suara penolakan ketidaksetaraan.
Makadari
itu, tak heran seni kontemporer lebih dikenal masyarakat karena
perannya yang mampu merefleksikan masa dan prespektif kehidupan yang
bertujuan meciptakan perubahan sosial. Jika diibaratkan, seni
kontemporer merupakan nafas baru yang mampu memberikan dinamika
kesesuaian zaman.